Resensi Buku 01 December 2024 3 dibaca

Strategi Penjaminan Mutu Perguruan Tinggi dan Tantangan Pendidikan Tinggi Modern

Arhas, S. H., & Haryoko, S.
Strategi Penjaminan Mutu Perguruan Tinggi dan Tantangan Pendidikan Tinggi Modern

Di tengah tuntutan kualitas pendidikan tinggi yang semakin kompleks, perguruan tinggi perlu membangun sistem penjaminan mutu yang adaptif dan berkelanjutan. Melalui buku Strategi Penjaminan Mutu Perguruan Tinggi, Sitti Hardiyanti Arhas dan Sapto Haryoko menghadirkan pembahasan komprehensif mengenai strategi mutu, akreditasi, dan pengembangan budaya kualitas dalam pengelolaan pendidikan tinggi modern.

Persaingan global, perkembangan teknologi, serta tuntutan terhadap kualitas lulusan membuat perguruan tinggi perlu membangun sistem penjaminan mutu yang kuat dan berkelanjutan. Penjaminan mutu tidak lagi dipahami sekadar sebagai kewajiban administratif dalam proses akreditasi, tetapi telah menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan tinggi secara menyeluruh. Dalam konteks tersebut, buku Strategi Penjaminan Mutu Perguruan Tinggi karya Sitti Hardiyanti Arhas dan Sapto Haryoko yang diterbitkan oleh ASHA Publishing pada tahun 2024 hadir sebagai referensi yang membahas strategi penjaminan mutu pendidikan tinggi secara komprehensif.

Buku ini disusun sebagai panduan bagi pendidik, pengelola perguruan tinggi, mahasiswa, serta berbagai pihak yang terlibat dalam pengembangan kualitas pendidikan tinggi di Indonesia. Penulis menjelaskan bahwa di tengah kompetisi pendidikan yang semakin ketat, perguruan tinggi perlu menerapkan strategi mutu yang sistematis agar mampu menghasilkan lulusan yang kompetitif dan relevan dengan kebutuhan masyarakat maupun dunia kerja.

Pembahasan dalam buku ini disusun secara runtut ke dalam empat belas bagian utama yang mencakup konsep dasar penjaminan mutu pendidikan, Standar Nasional Pendidikan Tinggi, Total Quality Management (TQM), siklus Plan-Do-Check-Action (PDCA), konsep Kaizen, hingga metode Define, Measure, Analyze, Improve, Control (DMAIC). Selain itu, buku ini juga membahas berbagai lembaga akreditasi pendidikan tinggi seperti BAN-PT, LAM-PTKes, LAMEMBA, LAMDIK, LAMSAMA, LAM Infokom, dan LAM Teknik.

Salah satu kekuatan utama buku ini terletak pada cara penulis menghubungkan konsep manajemen mutu dengan praktik pengelolaan perguruan tinggi di Indonesia. Pembahasan mengenai prinsip-prinsip mutu seperti fokus pada pelanggan, kepemimpinan, pendekatan proses, pengambilan keputusan berbasis bukti, hingga perbaikan berkelanjutan memberikan pemahaman bahwa budaya mutu harus dibangun secara menyeluruh dalam organisasi pendidikan tinggi.

Buku ini juga memberikan perhatian besar terhadap implementasi Total Quality Management dalam dunia pendidikan. Penulis menjelaskan bahwa mutu pendidikan tidak hanya ditentukan oleh proses pembelajaran, tetapi juga oleh tata kelola organisasi, kualitas penelitian, pengabdian kepada masyarakat, hingga keterlibatan para pemangku kepentingan. Dalam konteks tersebut, perguruan tinggi perlu membangun budaya mutu yang konsisten agar dapat meningkatkan kualitas layanan pendidikan secara berkelanjutan.

Pembahasan mengenai siklus PDCA, Kaizen, dan DMAIC menjadi bagian yang menarik karena memberikan gambaran praktis mengenai strategi peningkatan mutu secara sistematis. Pendekatan-pendekatan tersebut menunjukkan bahwa penjaminan mutu bukanlah proses yang bersifat statis, melainkan proses evaluasi dan perbaikan berkelanjutan yang harus dilakukan secara konsisten oleh perguruan tinggi.

Selain membahas sistem penjaminan mutu di Indonesia, buku ini juga menghadirkan analisis mengenai sistem pendidikan berkualitas di berbagai negara seperti Finlandia, Kanada, Jerman, Australia, dan Amerika Serikat. Kehadiran pembahasan tersebut membuat buku ini terasa lebih kaya karena pembaca memperoleh perspektif internasional mengenai bagaimana negara-negara lain membangun sistem pendidikan yang berkualitas.

Bahasa yang digunakan dalam buku ini cukup akademik, tetapi tetap komunikatif dan mudah dipahami oleh mahasiswa maupun praktisi pendidikan tinggi. Struktur materi yang sistematis membantu pembaca memahami hubungan antara teori penjaminan mutu, standar pendidikan tinggi, proses akreditasi, hingga implementasi budaya mutu dalam pengelolaan perguruan tinggi.

Bagi pengelola perguruan tinggi, dosen, mahasiswa, maupun praktisi pendidikan, buku ini dapat menjadi referensi yang relevan dalam memahami strategi pengembangan mutu pendidikan tinggi di era kontemporer. Pembahasan yang mengintegrasikan konsep mutu, tata kelola pendidikan, akreditasi, dan praktik peningkatan kualitas menjadikan buku ini layak dijadikan panduan dalam membangun budaya mutu yang berkelanjutan.

Kualitas pendidikan tinggi sangat ditentukan oleh kemampuan institusi dalam membangun sistem penjaminan mutu yang efektif dan adaptif terhadap perubahan zaman. Buku Strategi Penjaminan Mutu Perguruan Tinggi menghadirkan pembahasan yang membantu pembaca memahami bagaimana strategi mutu dapat diterapkan untuk meningkatkan kualitas tata kelola, proses pembelajaran, penelitian, dan layanan pendidikan tinggi secara berkelanjutan.

Sumber Buku
Arhas, S. H., & Haryoko, S. (2024). Strategi penjaminan mutu perguruan tinggi. ASHA Publishing.