Workshop 24 August 2023 10 dibaca

ASPAPI Dorong Penguatan Kurikulum Berbasis Industri dalam Workshop Peninjauan Kurikulum di ITSNU Pekalongan

ASPAPI Dorong Penguatan Kurikulum Berbasis Industri dalam Workshop Peninjauan Kurikulum di ITSNU Pekalongan

Workshop peninjauan kurikulum Program Studi D3 Administrasi Perkantoran Institut Teknologi dan Sains Nahdlatul Ulama Pekalongan menjadi langkah strategis dalam menyelaraskan pendidikan vokasi dengan kebutuhan dunia kerja. Melibatkan akademisi, praktisi, alumni, dan mitra industri, kegiatan ini menegaskan pentingnya pembaruan kurikulum berbasis perkembangan teknologi dan pendekatan Outcome Based Education (OBE) guna menghasilkan lulusan yang kompeten, adaptif, dan siap bersaing di era digital.

Pekalongan — Asosiasi Sarjana dan Praktisi Administrasi Perkantoran Indonesia (ASPAPI) menegaskan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan vokasi melalui partisipasi aktif dalam Workshop Peninjauan Kurikulum Program Studi D3 Administrasi Perkantoran Fakultas Desain Kreatif dan Bisnis Digital, Institut Teknologi dan Sains Nahdlatul Ulama (ITSNU) Pekalongan.

Kegiatan yang dilaksanakan pada 24 Agustus 2023 di Aula Lantai 3 kampus ITSNU Pekalongan ini menjadi momentum strategis dalam menyelaraskan kurikulum pendidikan tinggi vokasi dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI), khususnya di bidang administrasi perkantoran yang terus berkembang di era digital.

Workshop ini dihadiri oleh jajaran pimpinan fakultas, dosen, mahasiswa, alumni, serta berbagai pemangku kepentingan, termasuk mitra industri dan pengguna lulusan. Keterlibatan multi pihak ini menunjukkan pentingnya kolaborasi dalam merancang kurikulum yang adaptif dan relevan.

Kegiatan dibuka oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik ITSNU Pekalongan, H. Ali Imron, S.E., M.Si., yang menekankan pentingnya keterlibatan stakeholder dalam proses evaluasi dan pengembangan kurikulum. Menurutnya, sinergi antara perguruan tinggi, alumni, dan dunia industri menjadi kunci dalam menghasilkan lulusan yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja.

Kepala Program Studi Administrasi Perkantoran, Aria Mulyapradana, S.Psi., M.A., turut menegaskan bahwa pembaruan kurikulum merupakan langkah penting untuk memastikan lulusan memiliki kompetensi yang relevan dengan tantangan dunia kerja modern, khususnya dalam menghadapi transformasi digital di bidang administrasi perkantoran.

Dalam workshop tersebut, Dr. Rasto, M.Pd., sebagai narasumber dari ASPAPI, memberikan sejumlah rekomendasi strategis terkait penguatan kurikulum. Ia menekankan pentingnya integrasi materi seperti administrasi perkantoran digital, teknologi perkantoran, serta manajemen mutu administrasi sebagai bagian dari kompetensi inti yang harus dimiliki lulusan.

Kurikulum harus dirancang tidak hanya berbasis teori, tetapi juga mencerminkan praktik kerja nyata di dunia industri. Penguatan aspek digital dan manajemen mutu menjadi kunci dalam menghasilkan lulusan yang kompeten dan siap kerja,” ujar Dr. Rasto.

Selain itu, narasumber lainnya, Dr. Nur Choirul Afif, S.E., M.Si. dari Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED), menekankan pentingnya penerapan pendekatan Outcome Based Education (OBE) dalam penyusunan kurikulum. Pendekatan ini memastikan bahwa proses pembelajaran terarah pada capaian kompetensi yang jelas dan terukur sejak awal hingga mahasiswa menyelesaikan studinya.

ASPAPI memandang bahwa kegiatan peninjauan kurikulum seperti ini merupakan langkah konkret dalam memperkuat kualitas pendidikan vokasi, sekaligus menjembatani kesenjangan antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri. Dengan kurikulum yang adaptif dan berbasis kompetensi, lulusan diharapkan mampu bersaing secara profesional dan memberikan kontribusi nyata di dunia kerja.

Melalui keterlibatan aktif dalam berbagai kegiatan akademik dan profesional, ASPAPI akan terus mendorong sinergi antara perguruan tinggi, dunia industri, dan lembaga profesi guna menciptakan sumber daya manusia yang unggul, adaptif, dan berdaya saing tinggi di era transformasi digital.