Penelitian 22 September 2025 9 dibaca

Penerapan Model Pembelajaran Berdiferensiasi pada Mata Pelajaran Manajemen Perkantoran dan Layanan Bisnis

Gunawan, M. A., Saleh, S., & Darwis, M.
Penerapan Model Pembelajaran Berdiferensiasi pada Mata Pelajaran Manajemen Perkantoran dan Layanan Bisnis

Pembelajaran berdiferensiasi memiliki peran penting dalam menciptakan proses belajar yang lebih efektif dan berpusat pada siswa. Penelitian Muhammad Alief Gunawan, Sirajuddin Saleh, dan Muh. Darwis menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran berdiferensiasi mampu meningkatkan keaktifan, pemahaman, dan kepercayaan diri siswa melalui pembelajaran yang disesuaikan dengan minat, kemampuan, dan karakteristik masing-masing peserta didik.

Pembelajaran berdiferensiasi menjadi salah satu pendekatan penting dalam dunia pendidikan karena mampu menyesuaikan proses belajar dengan kebutuhan, minat, dan kemampuan setiap peserta didik. Artikel karya Muhammad Alief Gunawan, Sirajuddin Saleh, dan Muh. Darwis membahas penerapan model pembelajaran berdiferensiasi pada mata pelajaran dasar-dasar Manajemen Perkantoran dan Layanan Bisnis (MPLB) kelas X di SMK Wahyu 1 Makassar. Penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran berdiferensiasi dapat membantu menciptakan proses belajar yang lebih efektif, aktif, dan berpusat pada siswa.

Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas kepala jurusan MPLB, guru mata pelajaran, dan siswa kelas X MPLB. Fokus penelitian mencakup tiga tahap utama dalam penerapan pembelajaran berdiferensiasi, yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan, dan tahap evaluasi pembelajaran.

Pada tahap persiapan, guru mulai merancang pembelajaran dengan mempertimbangkan karakteristik, minat, dan kemampuan siswa yang berbeda-beda. Guru juga menyusun modul ajar, menentukan tujuan pembelajaran, dan menyiapkan asesmen awal untuk mengetahui kemampuan dasar siswa. Namun penelitian menemukan bahwa tahap persiapan masih belum sepenuhnya optimal karena terdapat perbedaan antara konsep pembelajaran berdiferensiasi dengan penerapannya di lapangan. Sebagian besar perencanaan pembelajaran masih belum benar-benar mencerminkan kebutuhan individual siswa secara menyeluruh.

Meskipun demikian, guru telah menunjukkan upaya untuk mengubah pembelajaran yang sebelumnya bersifat seragam menjadi lebih berpusat pada siswa. Guru mulai memahami pentingnya memberikan pengalaman belajar yang sesuai dengan gaya belajar dan kemampuan masing-masing siswa. Pendekatan ini dinilai mampu membantu siswa belajar secara lebih nyaman dan meningkatkan rasa percaya diri dalam mengikuti proses pembelajaran.

Pada tahap pelaksanaan, penerapan pembelajaran berdiferensiasi dinilai berjalan efektif. Guru menunjukkan kreativitas dalam mengidentifikasi minat dan kemampuan siswa melalui penggunaan concept map atau peta konsep untuk mengetahui pemahaman awal siswa terhadap materi pembelajaran. Guru juga menghubungkan materi pelajaran dengan pengalaman nyata siswa sehingga proses belajar menjadi lebih mudah dipahami dan lebih relevan dengan kehidupan sehari-hari.

Dalam pembelajaran dasar-dasar manajemen perkantoran dan layanan bisnis, siswa tidak hanya menerima teori, tetapi juga melakukan praktik langsung seperti simulasi pengelolaan surat masuk dan surat keluar layaknya aktivitas administrasi di kantor. Siswa belajar menulis, mencatat, dan mengelola surat secara langsung dengan bimbingan guru. Kegiatan praktik tersebut membantu siswa memahami materi secara lebih mendalam sekaligus meningkatkan keterampilan teknis dan kemampuan komunikasi mereka.

Penggunaan peta konsep juga membantu siswa memahami hubungan antar materi pembelajaran secara lebih sistematis. Guru dapat mengetahui bagian materi yang belum dipahami siswa dan menyesuaikan strategi pembelajaran berdasarkan kebutuhan siswa. Dengan demikian, siswa menjadi lebih aktif dalam proses belajar dan mampu menghubungkan pengetahuan baru dengan pengalaman yang telah dimiliki sebelumnya.

Pada tahap evaluasi, guru menggunakan berbagai bentuk penilaian seperti pre-test, post-test, observasi aktivitas belajar, dan pemberian umpan balik langsung kepada siswa. Evaluasi dilakukan tidak hanya untuk mengukur hasil belajar, tetapi juga untuk memahami proses belajar siswa selama pembelajaran berlangsung. Guru berupaya memberikan apresiasi dan koreksi terhadap hasil kerja siswa agar mereka dapat terus memperbaiki kemampuan belajarnya.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran berdiferensiasi membantu menciptakan suasana belajar yang lebih aktif dan interaktif. Siswa menjadi lebih percaya diri dalam menyampaikan pendapat, lebih mandiri dalam menyelesaikan tugas, dan lebih mudah memahami materi pembelajaran. Namun penelitian juga menemukan bahwa penggunaan media pembelajaran dan metode pengajaran masih cenderung terbatas pada buku teks, modul cetak, dan metode ceramah sehingga perlu pengembangan lebih lanjut agar pembelajaran berdiferensiasi dapat berjalan lebih maksimal.

Penelitian ini memperlihatkan bahwa pembelajaran berdiferensiasi tidak hanya berfokus pada pencapaian nilai akademik, tetapi juga pada pengembangan potensi, kreativitas, dan pengalaman belajar siswa sesuai karakteristik masing-masing. Pendekatan ini menjadi langkah penting dalam menciptakan pembelajaran yang lebih inklusif, bermakna, dan relevan dengan kebutuhan pendidikan modern di sekolah kejuruan.

Sumber Artikel

Gunawan, M. A., Saleh, S., & Darwis, M. (2025). Application for the Differentiated Learning Model in Office Management and Business Services. International Journal of Administration and Education (IJAE), 2(3), 121–128.