Program praktik perkantoran memiliki peran penting dalam meningkatkan kompetensi mahasiswa agar lebih siap menghadapi dunia kerja profesional. Artikel karya Haedar Akib dan tim membahas pengaruh program praktik perkantoran terhadap peningkatan kompetensi mahasiswa Program Studi Pendidikan Administrasi Perkantoran Universitas Negeri Makassar. Penelitian ini menunjukkan bahwa praktik perkantoran memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan sikap profesional mahasiswa dalam lingkungan kerja nyata.
Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode asosiatif untuk mengetahui hubungan antara program praktik perkantoran dan peningkatan kompetensi mahasiswa. Sampel penelitian berjumlah 70 mahasiswa angkatan 2019 yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif serta inferensial dengan bantuan aplikasi SPSS. Fokus penelitian mencakup dua variabel utama, yaitu program praktik perkantoran sebagai variabel bebas dan peningkatan kompetensi mahasiswa sebagai variabel terikat.
Dalam penelitian ini, program praktik perkantoran diukur melalui enam indikator utama, yaitu kesiapan akademik, proaktivitas atau agresivitas, sikap positif, kualitas pembimbing lapangan, praktik dan kebijakan organisasi, serta kompensasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan program praktik perkantoran berada pada kategori sangat baik dengan persentase 94,42%. Hal ini menunjukkan bahwa mahasiswa telah memiliki kesiapan yang baik dalam menjalani praktik kerja di lingkungan instansi atau perusahaan.
Pada aspek kesiapan akademik, mahasiswa dinilai telah memperoleh bekal teori dan praktik yang cukup selama perkuliahan sehingga mampu menghadapi dunia kerja dengan lebih siap. Mahasiswa mampu menerapkan pengetahuan administrasi perkantoran yang dipelajari di kampus ke dalam situasi kerja nyata di instansi tempat praktik berlangsung. Kesiapan akademik ini membantu mahasiswa lebih mudah beradaptasi dengan tugas dan tanggung jawab kerja yang diberikan selama program praktik perkantoran.
Dalam aspek proaktivitas, mahasiswa menunjukkan kemampuan untuk berinisiatif, aktif bertanya, dan responsif terhadap berbagai kondisi di lingkungan kerja. Mahasiswa tidak hanya menunggu instruksi dari pembimbing, tetapi juga berusaha mencari pengalaman dan memahami pekerjaan secara mandiri. Sikap aktif tersebut membantu mahasiswa memperoleh pengalaman kerja yang lebih bermakna dan meningkatkan kemampuan komunikasi serta kerja sama mereka selama praktik berlangsung.
Sikap positif mahasiswa juga menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan praktik perkantoran. Penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa mampu memanfaatkan pengalaman kerja sebagai sarana belajar sekaligus menunjukkan citra profesional di lingkungan kerja. Mahasiswa belajar menjaga hubungan baik dengan rekan kerja, bersikap disiplin, serta mampu menyesuaikan diri dengan budaya organisasi di tempat praktik.
Kualitas pembimbing lapangan turut mendukung keberhasilan program praktik perkantoran. Pembimbing dari instansi atau perusahaan dinilai aktif memberikan arahan, bimbingan, dan umpan balik terhadap pekerjaan mahasiswa. Hubungan yang baik antara mahasiswa dan pembimbing membantu menciptakan lingkungan kerja yang nyaman sehingga mahasiswa dapat belajar dan mengembangkan kemampuan secara lebih optimal.
Selain itu, praktik dan kebijakan organisasi di tempat praktik juga dinilai sangat baik. Instansi tempat mahasiswa praktik memiliki aturan dan kebijakan yang jelas sehingga mahasiswa dapat memahami prosedur kerja dengan baik. Mahasiswa mampu mengikuti kebijakan organisasi serta menjalankan tugas sesuai standar kerja yang berlaku. Adapun aspek kompensasi berada pada kategori baik karena beberapa mahasiswa memperoleh penghargaan berupa insentif atau pengalaman kerja yang dianggap bermanfaat bagi pengembangan karier mereka di masa depan.
Peningkatan kompetensi mahasiswa diukur melalui tiga indikator utama, yaitu pengetahuan (cognitive), sikap (affective), dan keterampilan (psychomotor). Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kompetensi mahasiswa berada pada kategori sangat baik dengan persentase 86,72%. Mahasiswa memperoleh pengetahuan baru mengenai dunia kerja, meningkatkan kemampuan beradaptasi, serta mampu menyelesaikan pekerjaan secara lebih profesional selama praktik berlangsung.
Pada aspek pengetahuan, mahasiswa memperoleh wawasan baru yang tidak ditemukan selama perkuliahan di kampus. Mahasiswa memahami kondisi kerja nyata, perkembangan teknologi administrasi perkantoran, serta prosedur kerja profesional di instansi atau perusahaan. Pengetahuan tersebut menjadi bekal penting dalam mempersiapkan karier mahasiswa setelah lulus.
Dalam aspek sikap, mahasiswa menunjukkan kemampuan menjaga hubungan baik dengan rekan kerja dan atasan serta mampu beradaptasi dengan lingkungan kerja secara profesional. Sikap positif, disiplin, dan tanggung jawab yang dikembangkan selama praktik membantu mahasiswa memahami etika kerja dan budaya organisasi secara langsung.
Sementara itu, pada aspek keterampilan, mahasiswa dinilai mampu berpikir kritis, menyelesaikan masalah, dan melaksanakan tugas dengan disiplin. Pengalaman praktik membantu mahasiswa meningkatkan keterampilan teknis administrasi perkantoran sekaligus mengembangkan soft skills seperti komunikasi, kerja sama tim, dan kemampuan memecahkan masalah.
Hasil analisis statistik menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara program praktik perkantoran dan peningkatan kompetensi mahasiswa. Nilai korelasi sebesar 0,752 menunjukkan hubungan yang kuat antara kedua variabel. Selain itu, program praktik perkantoran memberikan pengaruh sebesar 56,6% terhadap peningkatan kompetensi mahasiswa, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Persamaan regresi juga menunjukkan bahwa semakin baik pelaksanaan praktik perkantoran, maka semakin meningkat pula kompetensi mahasiswa.
Penelitian ini memperlihatkan bahwa program praktik perkantoran tidak hanya berfungsi sebagai sarana pelatihan keterampilan teknis, tetapi juga menjadi media penting dalam membentuk sikap profesional, kemampuan komunikasi, kerja sama, dan kesiapan kerja mahasiswa. Pengalaman langsung di lingkungan kerja membantu mahasiswa memahami dunia profesional secara nyata sehingga lebih siap menghadapi tantangan kerja di masa depan.
Sumber Artikel
Akib, H., Mustafa, M. R. F. Z., & Darwis, M. (2024). The Influence of the Office Practice Program on Improving Student Competence. International Journal of Administration and Education (IJAE), 1(2), 57–68.