Praktik kerja industri memiliki peran penting dalam mempersiapkan siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) menghadapi dunia kerja. Artikel karya Muh. Darwis, Nur Sakinah Rahim, dan Jamaluddin membahas pengaruh praktik kerja industri terhadap pengembangan soft skills siswa kelas XII Program Keahlian Otomatisasi dan Tata Kelola Perkantoran di SMK Negeri 1 Gowa. Penelitian ini menunjukkan bahwa praktik kerja industri memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan kemampuan nonteknis siswa yang dibutuhkan dalam dunia kerja modern.
Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif untuk mengetahui hubungan antara praktik kerja industri dan soft skills. Sampel penelitian berjumlah 48 siswa yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan inferensial dengan bantuan aplikasi SPSS.
Dalam penelitian ini, praktik kerja industri diukur melalui empat indikator utama, yaitu pengetahuan kerja, sikap kerja, keterampilan kerja, dan hasil kerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan praktik kerja industri berada pada kategori sangat baik dengan persentase 86,80%. Siswa dinilai telah mampu memahami pekerjaan sesuai bidangnya, menunjukkan sikap profesional, menyelesaikan tugas dengan baik, dan memperoleh pengalaman kerja yang relevan dengan kebutuhan industri.
Pada aspek pengetahuan kerja, siswa memperoleh pemahaman mengenai tugas-tugas administrasi perkantoran seperti pengarsipan dokumen, pengelolaan surat masuk dan keluar, pencetakan dokumen, dan penyusunan data administrasi. Sebagian besar siswa mampu menerapkan teori yang dipelajari di sekolah ke dalam lingkungan kerja nyata, meskipun masih terdapat beberapa siswa yang menjalani praktik kerja di tempat yang kurang sesuai dengan bidang keahliannya.
Sikap kerja siswa juga mengalami perkembangan positif selama praktik kerja industri. Siswa belajar untuk bersikap disiplin, bertanggung jawab, jujur, dan mampu menempatkan diri secara profesional ketika berinteraksi dengan pegawai di lingkungan kerja. Penelitian menunjukkan bahwa kemampuan komunikasi siswa dengan pegawai industri cukup baik sehingga membantu terciptanya hubungan kerja yang positif selama masa praktik.
Pada aspek keterampilan kerja, sebagian besar siswa mampu menyelesaikan tugas sesuai bidang keahlian dan menyelesaikan pekerjaan tepat waktu. Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh di sekolah membantu siswa lebih mudah beradaptasi dengan situasi kerja di industri. Namun, beberapa siswa masih mengalami kesulitan ketika menghadapi tugas yang dianggap lebih kompleks atau belum pernah dipelajari sebelumnya.
Sementara itu, hasil kerja menunjukkan bahwa praktik kerja industri memberikan pengalaman nyata mengenai dunia kerja kepada siswa. Siswa memperoleh gambaran mengenai lingkungan kerja profesional dan tuntutan pekerjaan di industri. Meski demikian, penelitian menemukan bahwa penilaian dari pihak industri terkadang dianggap kurang sesuai dengan usaha atau kinerja siswa selama praktik berlangsung.
Selain menilai praktik kerja industri, penelitian ini juga mengukur soft skills siswa yang meliputi kemampuan komunikasi, kemampuan kolaborasi, kemampuan berpikir kritis, dan kemampuan berpikir kreatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa soft skills siswa berada pada kategori baik dengan persentase 80,30%. Kemampuan kolaborasi memperoleh nilai tertinggi, sedangkan kemampuan komunikasi dan berpikir kreatif masih perlu ditingkatkan.
Dalam kemampuan komunikasi, beberapa siswa masih menggunakan bahasa daerah ketika berinteraksi dengan pegawai sehingga dianggap kurang formal dalam lingkungan kerja. Selain itu, sebagian siswa juga masih kurang percaya diri dalam menyampaikan ide atau pendapat. Pada kemampuan kolaborasi, siswa dinilai cukup mampu bekerja sama dalam tim dan menghargai pendapat orang lain, meskipun masih terdapat siswa yang kurang percaya diri ketika bekerja secara kelompok.
Kemampuan berpikir kritis siswa terlihat dari cara mereka menganalisis masalah dan mengambil keputusan selama praktik kerja industri. Namun, penelitian menemukan bahwa sebagian siswa masih ragu dalam memberikan solusi terhadap permasalahan kerja karena kurangnya pengalaman dan rasa percaya diri. Adapun kemampuan berpikir kreatif terlihat dari kemampuan siswa menghasilkan ide baru dan inovatif dalam menyelesaikan pekerjaan, walaupun beberapa siswa masih kurang aktif dalam mengembangkan kreativitasnya.
Hasil analisis statistik menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara praktik kerja industri dan soft skills siswa. Nilai koefisien korelasi sebesar 0,576 menunjukkan hubungan dalam kategori sedang. Selain itu, praktik kerja industri memberikan pengaruh sebesar 33,2% terhadap pengembangan soft skills, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Persamaan regresi menunjukkan bahwa semakin baik pelaksanaan praktik kerja industri, maka semakin meningkat pula kemampuan soft skills siswa.
Penelitian ini menegaskan bahwa praktik kerja industri tidak hanya berfungsi sebagai sarana pelatihan keterampilan teknis (hard skills), tetapi juga menjadi media penting dalam membentuk kemampuan komunikasi, kerja sama, berpikir kritis, dan kreativitas siswa. Pengalaman langsung di dunia kerja membantu siswa lebih siap menghadapi persaingan industri sekaligus meningkatkan kepercayaan diri dan kemampuan beradaptasi di lingkungan profesional.
Sumber Artikel
Darwis, M., Rahim, N. S., & Jamaluddin. (2024). The Influence of Industrial Work Practices on Student Soft Skills. Jurnal Office: Jurnal Pemikiran Ilmiah dan Pendidikan Administrasi Perkantoran, 10(1), 42–50.